aa

Kamis, 19 Agustus 2021

 

PENANGANAN PERTAMA TERHADAP CEDERA

Cedera olahraga adalah cedera yang terjadi pada sistem otot dan rangka tubuh selama olahraga akibat suatu ketidaksengajaan (kecelakaan) maupun kesalahan yang sebenarnya dapat dihindari seperti kurang pemanasan, faktor motorik, Intensitas latihan yang terlalu berat, dan tingkat stress yang tinggi. Cedera olahraga yang paling sering terjadi yaitu keseleo, cedera lutut, otot bengkak, cedera tendon, fraktur dan disklokasi.

Jenis - Jenis CEDERA

Berikut ini beberapa jenis cedera olahraga yang paling umum terjadi:
  • Cedera pengikat sendi atau ligamen (sprain)
  • Cedera otot (strain)
  • Fraktur atau Patah Tulang
  • Dislokasi
Selain rasa sakit, pembengkakan dan kemerahan pada daerah yang terserang adalah tanda umum dari cedera olahraga. 
Misalnya, banyak atlet amatir yang memilki kecenderungan untuk melampaui batasnya meskipun tanda dan gejala cedera tendon muncul. Sayangnya, melanjutkan latihan rutin tanpa memberikan waktu istirahat yang cukup untuk tendon pulih akan menyebabkan kondisi yang disebut degenerasi mukoid, yaitu ketika materi berserat lentur menggantikan tendon yang sobek.


Apa yang harus dilakukan ketika terjadi cedera?

Jawabanya adalah R I C E

Penangana Pertama ketika terjadi Cedera diawali dengan melakukan metode “RICE” yaitu Rest, Ice, Compression, and Elevation untuk membantu menghilangkan rasa sakit, mengurangi pembengkakan, dan mempercepat penyembuhan.


Rest. 

Hentikan Aktivitas dan Istirahatkan bagian tubuh yang mengalami cedera.

Ice

Letakkan bungkusan es (ice pack) pada bagian tubuh yang mengalami cedera. Lakukan selama 10-30  menit, 4 – 8 kali sehari. Pengaplikasikan es bisa membantu mengurangi rasa nyeri yang terjadi saat mengalami cedera




Compression

   Balut bagian tubuh yang mengalami cedera dengan perban elastis dan ditekan agar tidak terjadi   pembengkakkan dan mencegah area cedera bergerak berlebihan.






Elevate. 

Tinggikan posisi bagian tubuh yang mengalami cedera 






Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah cedera ?
Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir terjadinya cedera,
diantaranya yaitu 
  • gunakan perlengkapan olahraga yang benar dan sesuai (contohnya: sepatu yang sesuai)
  • lakukan pemanasan dengan baik sebelum dan setelah melakukan olahraga,
  • gunakan teknik yang tepat
  • gunakan waktu istirahat dengan baik
  • perhatikan asupan cairan dan makanan

Kamis, 19 November 2020

PENANGANAN PERTAMA TERHADAP CEDERA

Melansir laman resmi Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI),
Cedera olahraga adalah cedera yang terjadi pada sistem otot dan rangka tubuh selama olahraga akibat suatu ketidaksengajaan (kecelakaan) maupun kesalahan yang sebenarnya dapat dihindari seperti kurang pemanasan, faktor motorik, Intensitas latihan yang terlalu berat, dan tingkat stress yang tinggi. Cedera olahraga yang paling sering terjadi yaitu keseleo, cedera lutut, otot bengkak, cedera tendon, fraktur dan disklokasi.

Jenis - Jenis CEDERA

Berikut ini beberapa jenis cedera olahraga yang paling umum terjadi:
  • Cedera pengikat sendi atau ligamen (sprain)
  • Cedera otot (strain)
  • Fraktur atau Patah Tulang
  • Dislokasi
Selain rasa sakit, pembengkakan dan kemerahan pada daerah yang terserang adalah tanda umum dari cedera olahraga. 
Misalnya, banyak atlet amatir yang memilki kecenderungan untuk melampaui batasnya meskipun tanda dan gejala cedera tendon muncul. Sayangnya, melanjutkan latihan rutin tanpa memberikan waktu istirahat yang cukup untuk tendon pulih akan menyebabkan kondisi yang disebut degenerasi mukoid, yaitu ketika materi berserat lentur menggantikan tendon yang sobek.


Apa yang harus dilakukan ketika terjadi cedera?

Jawabanya adalah R I C E

Penangana Pertama ketika terjadi Cedera diawali dengan melakukan metode “RICE” yaitu Rest, Ice, Compression, and Elevation untuk membantu menghilangkan rasa sakit, mengurangi pembengkakan, dan mempercepat penyembuhan.


Rest. 

Hentikan Aktivitas dan Istirahatkan bagian tubuh yang mengalami cedera.

Ice

Letakkan bungkusan es (ice pack) pada bagian tubuh yang mengalami cedera. Lakukan selama 20 menit, 4 – 8 kali sehari.




Compressing. 

Balut bagian tubuh yang mengalami cedera dengan perban elastis dan ditekan agar tidak terjadi pembengkakkan.




Elevation. 

Tinggikan posisi bagian tubuh yang mengalami cedera agar transportasi aliran darah kembali lancar.






Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah cedera ?
Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir terjadinya cedera,
diantaranya yaitu 
  • gunakan perlengkapan olahraga yang benar dan sesuai (contohnya: sepatu)
  • lakukan pemanasan dengan baik sebelum melakukan olahraga,
  • gunakan teknik yang tepat
  • gunakan waktu istirahat dengan baik
  • perhatikan asupan cairan dan makanan
  • lakukan peregangan setelah melakukan olahraga.


Referensi :
https://apki.or.id/penanganan-cedera-olahraga/
Penyebab Timbulnya Cedera Olahraga. http://www.olahragakesehatanjasmani.com/2015/10/penyebab-timbulnya-cedera-olahraga.html
Rehabilitation & Exercises. http://www.sportsinjuryclinic.net/rehabilitation-exercises

Jumat, 09 November 2018

HIV AIDS



HIV (Human Immunodeficiency Virus)
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).
HIV merupakan Virus yang menyebabkan AIDSHIV secara drastis dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga memungkinkan penyakit, bakteri, virus, dan infeksi lainnya menyerang tubuh Anda. Tidak seperti virus lainnya, tubuh Anda tidak bisa menyingkirkan HIV sepenuhnya. Jika Anda terinfeksi HIV, Anda akan memilikinya sepanjang hidup.
AIDS adalah kondisi yang paling parah dari penyakit HIV dan ditandai dengan munculnya penyakit lain, seperti kanker dan berbagai infeksi, yang muncul seiring dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh Anda.
AIDS adalah tahap lanjutan progresif dari infeksi HIV. HIV dapat mengurangi sistem kekebalan tubuh, sehingga menyebabkan banyak kondisi infeksi lainnya. 


Apa yang meningkatkan risiko Penularan untuk HIV dan AIDS?
AIDS disebabkan oleh HIV dan virus ini ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh dari pasien HIV, termasuk darah, air mani, cairan vagina, dan air susu ibu. Sebagai contoh:
  • Melakukan kegiatan seksual tanpa kondom dengan seseorang yang memiliki HIV.
  • Berbagi jarum suntik dan peralatan obat suntik lainnya yang terkontaminasi dengan HIV.
  • Menggunakan peralatan tato dan body piercing  (termasuk tinta) yang tidak disterilkan dengan benar dan dibersihkan dan terinfeksi HIV.
  • Dari seorang ibu dengan HIV kepada bayinya (sebelum atau selama kelahiran) dan dengan menyusui.
  • Kontak dengan darah, air mani, atau cairan vagina yang terinfeksi HIV pada luka atau luka terbuka .
HIV tidak dapat ditularkan melalui:
  • Batuk
  • Bersin
  • Meludah
  • Berciuman
  • Menangis (air mata)
  • Alat-alat makan dan piring
  • Seprei dan sarung bantal
  • Toilet dan kamar mandi
  • Melalui kontak sosial biasa.
  • Serangga, seperti nyamuk misalnya.

Sumber :

https://www.youtube.com/watch?v=lPikGUOb080
https://hellosehat.com/penyakit/hiv-aids/